Bantu Warga Pengungsi Erupsi Gunung Semeru
Renungkan sejenak… Bagaimana perasaan Ayah Bunda, jika setiap pagi buah hati harus menguji nyawa meniti jembatan reyot yang nyaris runtuh atau melewati sungai deras menggunakan rakit, hanya untuk menuntut ilmu?
Di balik pesona alam Sukabumi, tersembunyi realita pilu, Anak-anak dan masyarakat setempat harus menghadapi risiko setiap kali melintasi sungai, baik melalui jembatan kayu yang sudah usang, berlubang, dan lapuk, maupun dengan menyeberang menggunakan rakit. Setiap langkah mereka dihantui bahaya kayu-kayu yang keropos, tali yang mengendur, dan sungai mengalir deras di bawahnya, siap menyeret siapa pun yang salah langkah.



