Kebencanaan

Kebencanaan

Bantu Warga Pengungsi Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru kembali mengalami erupsi besar pada November 2025. Erupsi terjadi secara tiba–tiba pada 19 November, disertai lontaran abu vulkanik, guguran material panas, serta potensi aliran lahar yang mengancam permukiman warga di Kabupaten Lumajang. Akibat meningkatnya aktivitas, otoritas vulkanologi menetapkan status Semeru pada Level IV (Awas), level tertinggi dalam sistem peringatan gunung api.
Erupsi ini tidak hanya memunculkan awan panas dan abu vulkanik, tetapi juga merusak lahan pertanian, menutupi pemukiman, serta memicu evakuasi besar-besaran. Hujan yang turun di sekitar kawasan semakin meningkatkan risiko banjir lahar dingin, sehingga ancaman lanjutan masih tinggi.

Kebencanaan

Program Bantuan Pulihkan Aceh dan Sumatera

Renungkan sejenak… Bagaimana perasaan Ayah Bunda, jika setiap pagi buah hati harus menguji nyawa meniti jembatan reyot yang nyaris runtuh atau melewati sungai deras menggunakan rakit, hanya untuk menuntut ilmu?

Di balik pesona alam Sukabumi, tersembunyi realita pilu, Anak-anak dan masyarakat setempat harus menghadapi risiko setiap kali melintasi sungai, baik melalui jembatan kayu yang sudah usang, berlubang, dan lapuk, maupun dengan menyeberang menggunakan rakit. Setiap langkah mereka dihantui bahaya kayu-kayu yang keropos, tali yang mengendur, dan sungai mengalir deras di bawahnya, siap menyeret siapa pun yang salah langkah.

Scroll to Top