
“Peduli Sukabumi: Menguatkan Desa, Memulihkan Harapan”
Wilayah pelosok Kabupaten Sukabumi hingga hari ini masih menghadapi berbagai krisis kemanusiaan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Kondisi geografis yang didominasi pegunungan, lembah curam, serta daerah rawan longsor menjadikan banyak desa terisolasi dan sulit dijangkau. Tantangan inilah yang menyebabkan kebutuhan dasar masyarakat—seperti akses pendidikan, air bersih, kesehatan, dan transportasi—sering kali tidak terpenuhi secara layak.
1. Krisis yang Terjadi di Pelosok Sukabumi
a. Akses Infrastruktur yang Terbatas
Banyak desa di pelosok Sukabumi masih bergantung pada jalan tanah yang rusak, jembatan darurat, atau akses yang terputus saat hujan lebat. Kondisi ini menghambat:
Mobilitas warga
Distribusi bantuan
Akses anak sekolah ke pusat pendidikan
Transportasi pasien darurat
b. Krisis Air Bersih dan Sanitasi
Banyak titik permukiman mengandalkan sumber air dari mata air kecil atau sungai yang jauh, sehingga masyarakat harus menempuh perjalanan panjang. Saat musim kemarau, beberapa desa mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
c. Keterbatasan Sarana Pendidikan
Sekolah-sekolah di pedalaman sering kekurangan:
Fasilitas belajar yang layak
Buku dan alat tulis
Sanitasi sekolah yang memadai
Akses internet dan teknologi
Akibatnya, kualitas pendidikan anak di pelosok tertinggal cukup jauh dibanding wilayah kota.
d. Keterbatasan Bantuan Kesehatan
Posyandu dan puskesmas pembantu sering minim tenaga kesehatan dan peralatan. Untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut, warga harus berjalan jauh menuju kecamatan.
2. Bencana Alam yang Sering Terjadi di Sukabumi
Sukabumi merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang paling sering mengalami bencana. Kombinasi struktur tanah labil, curah hujan tinggi, serta aktivitas tektonik menjadikan Sukabumi daerah rawan.
a. Banjir Bandang
Banjir bandang kerap terjadi di beberapa kecamatan ketika curah hujan meningkat. Arus air membawa lumpur dan material kayu, merusak rumah, sawah, jembatan, dan akses utama warga.
b. Tanah Longsor
Desa di daerah perbukitan seperti Cisolok, Cikakak, Ciemas, Palabuhanratu, dan Kadudampit berisiko tinggi mengalami longsor. Longsor ini sering:
Menutup akses jalan
Menimpa rumah warga
Mengisolasi desa selama berhari-hari
c. Gempa dan Getaran Tektonik
Sukabumi berada dekat zona megathrust selatan Jawa. Gempa kecil hingga sedang sering dirasakan dan berpotensi merusak bangunan-bangunan yang tidak tahan gempa.
d. Cuaca Ekstrem
Angin kencang, hujan intensitas tinggi, dan perubahan iklim menyebabkan kerusakan pada:
Atap rumah warga
Kebun dan lahan pertanian
Infrastruktur umum seperti jembatan dan jalan desa
Bencana-bencana ini tidak hanya merusak fisik, tetapi juga memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang sudah rentan.
Mari bersama menjadi hati yang peduli dengan cara:
Klik tombol "BANTU SEKARANG" atau kirimkan kebaikanmu melalui rekening kami:
π³ 7315235299 BSI
πan Sehati Gerak Bersama
Mohon lakukan Konfirmasi Donasi untuk mendapatkan tanda bukti dan update informasi program dengan mengklik nomor WhatsApp dibawah ini:
+6285166317743 (CS Sehati Gerak Bersama)
Semoga Allah catat niat baik kita semua sebagai amal pahala disisi Allah Ta’ala.
Barrakallahu fiekum. ππ»
Kunjungi dan ikuti social media kami untuk mendapatkan informasi terbaru:
Instagram Sehati Gerak Bersama: sukabumi_sehati
Facebook Sehati Gerak Bersama: sukabumisehati
Tentang Sehati Gerak Bersama
Menjadi lembaga kemanusiaan yang profesional dan transparan serta memberikan kemanfaatan kepada masyarakat di dunia sesuai aturan al-qur'an dan hadist dan selaras dasar negara.
Legalitas
1. SK Kemenkumham AHU-0026496.AH.01.12 Tahun 2020. Klik disini untuk melihat
2. Mitra Pengelola Zakat No Reg. 25/PKS/DD/PENGURUS-LEGAL/IX/2024. Klik disini untuk melihat
Alamat Kantor
Jl.Sikib RT/RW 003/010 Kel, Nanggeleng, Kec. Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43145, Indonesia
Kontak Kami
Whatsapp: +6285166317743
![]()
Menanti doa-doa orang baik